Aktivitas Penimbunan Lahan di Jalan Soekarno-Hatta Resahkan Warga, Diduga Tak Berizin dan Gunakan Tanah Ilegal

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, Sila5News – Aktivitas penimbunan lahan di kawasan Jalan Arengka 1/Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Jalan Jenderal, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, menuai protes keras dari masyarakat. Proyek tersebut dinilai mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan dan diduga kuat beroperasi tanpa mengantongi izin resmi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ceceran tanah dari truk pengangkut menyebabkan badan jalan tertutup lumpur licin, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini dikeluhkan karena membahayakan pengendara dan merusak kebersihan lingkungan perkotaan.

Keluhan Warga dan Keselamatan Jalan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi, salah seorang warga setempat, mendesak pihak berwenang untuk segera menghentikan aktivitas tersebut. Menurutnya, pelaksanaan penimbunan di tengah musim penghujan sangat tidak tepat karena dampak buruknya langsung dirasakan publik.

“Kami meminta pihak berwenang segera menyetop pekerjaan ini. Seharusnya tunggu musim kering, dan yang terpenting izinnya harus jelas dari Satpol PP dan instansi terkait,” ujar Andi kepada awak media.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan perangkat lingkungan seperti RT, RW, dan pemuda setempat sebelum proyek dimulai. “Kami ingin lingkungan bersih, tidak berlumpur dan berdebu. Harus ada komitmen bagaimana menjaga jalan tetap bersih agar tidak memicu kecelakaan,” tambahnya.

Baca Juga:  Polda Riau Sita Ratusan Kayu Olahan Ilegal di Sawmil Kampar

Dugaan Penggunaan Tanah Galian C Ilegal

Selain persoalan dampak lingkungan di lokasi penimbunan, proyek ini juga diterpa isu miring terkait asal-usul material tanah. Muncul dugaan kuat bahwa tanah timbun yang digunakan berasal dari lokasi galian C yang tidak memiliki izin resmi.

Praktik pengambilan tanah komersial tanpa izin (ilegal) ini dikhawatirkan dapat merusak ekosistem di lokasi pengerukan dan meningkatkan risiko longsor yang mengancam pemukiman warga di sekitar area galian, terlebih di cuaca ekstrem saat ini.

Tudingan “Kebal Hukum”

Sorotan tajam juga tertuju pada pengelola berinisial AW, yang disebut-sebut sebagai pihak di balik proyek tersebut. Warga menilai pengelola terkesan “kebal hukum” karena tetap melanjutkan aktivitas meski dikeluhkan masyarakat dan diduga menabrak berbagai aturan perizinan, baik izin penimbunan maupun izin asal material tanah.

“Sudah banyak lahan yang ditimbun, tapi izin galian C dan izin penimbunannya dipertanyakan. Kami meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk segera bertindak tegas,” tegas perwakilan warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas alat berat dan lalu lalang truk pengangkut tanah di lokasi terpantau masih terus berlangsung tanpa ada upaya pembersihan jalan maupun verifikasi perizinan di lokasi proyek. (**)

Penulis: Jeff

Penulis : Jeff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sila5news.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Geledah Kantor Dinas PUPR Rohil, Perkara Korupsi Jembatan Air Hitam Pujud
Polisi Temukan Gudang Narkoba di Pekanbaru, ada 4 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Pengedar Narkoba Ekstasi di Pekanbaru, Akhirnya Ditembak Polisi
Aroma Bau Kandang Ayam di Permukiman Warga, Diduga Tidak Sesuai Aturan
Pasca Insiden Kericuhan di Gedung DPRD Riau, Polisi Belum Terima LP
Polda Riau Sita Ratusan Kayu Olahan Ilegal di Sawmil Kampar
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Siap Operasi
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:05 WIB

Polda Riau Geledah Kantor Dinas PUPR Rohil, Perkara Korupsi Jembatan Air Hitam Pujud

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:40 WIB

Polisi Temukan Gudang Narkoba di Pekanbaru, ada 4 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Pengedar Narkoba Ekstasi di Pekanbaru, Akhirnya Ditembak Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:04 WIB

Aroma Bau Kandang Ayam di Permukiman Warga, Diduga Tidak Sesuai Aturan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:50 WIB

Polda Riau Sita Ratusan Kayu Olahan Ilegal di Sawmil Kampar

Berita Terbaru

Nasional

OPA GAUL Kunjungi Tempat Pelatihan Gajah di Minas Siak

Senin, 24 Agu 2026 - 13:36 WIB