Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah tegas menyikapi kesemrawutan kabel fiber optik yang kian meresahkan dan telah memakan korban. Bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), pemerintah kota akan memulai program perapian infrastruktur kabel optik secara masif.
Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) pada hari Senin (17/11/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Walikota Agung Nugroho, yang menaruh perhatian serius terhadap kasus-kasus warga terdampak akibat kabel yang tidak tertata rapi.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, yang didampingi oleh Plt Kepala Diskominfotiksan Muhammad Syuhud, memimpin rapat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah memanggil APJATEL pagi tadi. Pertama, ini adalah bentuk peringatan agar mereka (penyelenggara) lebih bertanggung jawab atas infrastruktur mereka,” ujar Ingot Ahmad Hutasuhut.
Sebagai langkah konkret awal, Ingot mengumumkan bahwa program perapian akan dimulai keesokan harinya (Selasa, 18/11/2025). Tiga ruas jalan telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas tahap pertama, salah satunya adalah di kawasan Kartama ujar Ingot ke Sila5News.Com
“Proses perapian akan dieksekusi langsung oleh APJATEL, namun akan berada di bawah pengawasan ketat dari OPD terkait di lingkungan Pemko Pekanbaru,” jelas Ingot.
Pemerintah kota tidak akan berhenti pada perapian saja. Ingot menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru, melalui Diskominfotiksan dan Satpol PP, akan melakukan monitoring aktif ke titik-titik lain yang kondisi kabelnya sangat semrawut.
Ia memberikan ultimatum yang jelas: kabel yang masih bisa ditata akan dirapikan, namun untuk kabel di lokasi yang kondisinya sudah terlanjur “krodit” atau teramat parah, Pemko tidak akan ragu mengambil langkah penertiban.
“Untuk titik yang sangat krodit, mau tak mau kita lakukan penertiban,” pungkasnya.
Penulis : Jeff
Editor : Jeff














